Share This Story, Choose Your Platform : Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someone

Beasiswa LPDP adalah salah satu beasiswa unggulan dari pemerintah Indonesia yang memungkinkan ribuan mahasiswa Indonesia menempuh pendidikan tinggi di luar negeri secara gratis.

Beasiswa LPDP berlaku untuk jenjang pendidikan S2 ke atas yang meliputi beasiswa magister dan doktor, serta mempunyai beberapa bidang fokus seperti teknik, sains, pertanian, hukum, ekonomi, keuangan, kedokteran, agama, serta sosial-budaya.

Tentunya beasiswa LPDP merupakan salah satu program beasiswa yang dinanti-nantikan oleh mahasiswa di Indonesia, dan kamu mungkin termasuk salah satu di antaranya.

Salah satu syarat mendaftarkan diri di beasiswa LPDP adalah pengumpulan essay. Nah, supaya kamu bisa membuat essay untuk LPDP dengan benar, simak contoh essay beasiswa LPDP dan tips membuatnya disini!

Tips Membuat Essay Beasiswa LPDP

contoh-essay-beasiswa-lpdp-dan-tips-membuatnya-4

1. Tulis Essay Secara Terstruktur

Dalam membuat essay beasiswa, ada baiknya Sobat Galedu mengikuti struktur dasar yaitu pendahuluan, isi, dan penutup. Memang, pada penulisannya, essay ini hanya kumpulan paragraf yang saling berhubungan, tidak ada tulisan atau kata-kata “Pendahuluan”, “Isi”, dan “Penutup”. Namun, secara struktur, alurnya harus jelas dan runut; tidak pindah kesana-kemari.

Selain memudahkan penyelenggara untuk membaca essay dan memahaminya, struktur yang baik juga akan memudahkan kamu dalam menuliskan konten essay tersebut. Selain itu, essay yang terstruktur juga dapat menggambarkan pola pemikiran yang terstruktur serta dengan jelas menyampaikan ide yang ingin kamu sampaikan.

Misalnya, kamu memulai essay dengan memberitahukan impianmu untuk memajukan perekonomian. Pada paragraf kedua, lanjutkan dengan bercerita tentang berbagai permasalahan yang ditemukan. Dukung argumen-argumenmu dengan contoh konkret tentang usaha yang telah dilakukan atau yang akan dilakukan; jangan pernah bercerita masalah tanpa solusi. Pada paragraf akhir, tuliskan kesimpulan dari tulisan tersebut serta harapan ke depannya.

2. Sesuaikan Isi Essay dengan Misi Penyelenggara

Sebelum menuliskan essay, pastikan kamu telah membaca lebih lanjut dan memahami tentang penyelenggara beasiswa LPDP dan tujuan diadakannya program beasiswa LPDP. Hal ini dilakukan agar kamu bisa memberitahukan penyelenggara lewat essaymu bahwa kamu adalah orang yang tepat dan sesuai dengan misi penyelenggara.

Jika kamu simak, beasiswa LPDP diberikan kepada mahasiswa Indonesia agar kelak setelah selesai memperoleh pendidikan dan mendapatkan ilmu dan pengalaman, mahasiswa tersebut dapat kembali dan berkontribusi di Indonesia. Untuk itu, nilai plus bagi Sobat Galedu apabila bisa menuliskan aspirasi dan kontribusi bagi Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan kelak.

3. Tunjukkan Prestasi dan Semangat

Beasiswa LPDP yang merupakan program beasiswa unggulan tentunya banyak diminati oleh mahasiswa di seluruh Indonesia. Itu artinya Sobat Galedu harus siap bersaing dengan peminat beasiswa LPDP lainnya. Persaingan tentunya tidak mudah, karena ada banyak mahasiswa Indonesia yang berprestasi, aktif, dan memiliki pengalaman. Untuk itu, Sobat Galedu harus menujukkan prestasi yang pernah kamu raih serta semangatmu dalam mengikuti program ini.

Mengapa demikian? Penyelenggara beasiswa tentunya hanya akan memilih kandidat yang mereka rasa memiliki kualitas dan prestasi terbaik. Untuk itu kamu harus pintar dalam menonjolkan prestasimu. Namun di sini penting agar kamu tidak tampak seperti orang yang sombong. Jangan melebih-lebihkan ceritamu dan hanya ceritakan prestasi yang relevan dengan program yang kamu pilih. Jelaskan tentang hasil yang telah kamu capai, dan bagaimana hal itu telah memberikan dampak positif bagi dirimu dan lingkungan sekitarmu.

Contoh Essay Beasiswa LPDP

contoh-essay-beasiswa-lpdp-dan-tips-membuatnya-3

1. Essay “Kontribusiku Bagi Indonesia”

Instruksi dibuku panduan LPDP adalah:
“Menulis essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat / lembaga / instansi / profesi komunitas saya”

Kontribusi yang telah, sedang, dan akan saya lakukan.
Saya menyelesaikan studi Sarjana di Universitas … tahun … dengan spesialisasi jurusan pendidikan Bahasa Inggris. Semasa kuliah, saya aktif dalam organisasi Himpunan Mahasiswa … (HIMA..) sebagai anggota bidang Ilmu dan Penalaran. Keaktifan di organisasi ini mengasah kemampuan saya dalam kepemimpinan dan membangun inisiatif-inisiatif untuk mengambil tindakan nyata dalam merespon permasalahan sosial dan pendidikan di tingkat lokal, provinsi, dan nasional.

Satu prestasi yang berhasil saya raih adalah terpilih sebagai Duta Muda Indonesia untuk Pertukaran Pemuda Indonesia – Kanada (PPIK). Program ini menitik beratkan pada aktivitas kegiatan sukarelawan dan pengembangan masyarakat serta bertujuan untuk mempererat persahabatan antara kedua negara. Program ini terdiri dari dua fase yaitu Kanada dan Indonesia. Di Kanada, saya bersama duta muda lainnya aktif berkontribusi memperkenalkan Indonesia dalam bentuk pentas seni budaya kepada masyarakat kota Amherst, Nova Scotia. Kami juga membantu beberapa kegiatan yang diadakan masyarakat setempat seperti mengumpulkan donasi makanan dan acara penggalangan dana bekerja sama dengan Palang Merah Kanada untuk kegiatan amal dan penyaluran bantuan korban gempa Sumatera Barat tanggal 30 September 2009 lalu.

Di fase Indonesia, kami tinggal di sebuah desa bernama Sei Gohong, kota Palangkaraya yang mayoritas masyarakatnya beragama Nasrani. Pengalaman tinggal disana selama tiga bulan telah mengajarkan saya arti toleransi seperti orang tua angkat saya mempersilahkan untuk sholat di rumah mereka daripada harus berjalan jauh ke musholla. Saya dan teman – teman juga membantu masyarakat lokal dalam pembuatan gerbang desa dan kegiatan kebersihan lingkungan. Selain itu, saya dan tiga orang teman lain menginisiasi kegiatan belajar bahasa Inggris untuk remaja dan anak – anak dengan bantuan peserta program dari Kanada sebagai pengajarnya.

Setelah selesai mengikuti program PPIK, saya termotivasi untuk melakukan sesuatu untuk Indonesia. Di tahun 2011, saya terpilih menjadi salah satu dari 47 pengajar muda angkatan ke 3 program Indonesia Mengajar dari lebih kurang 5000 pendaftar. Program ini menempatkan saya selama satu tahun di dusun Rura, kabupaten Majene sebagai seorang guru SD. Selama disana, saya mendorong guru – guru agar lebih kreatif dalam mengajar dengan berbagi bahan pengajaran yang telah saya dapatkan semasa pelatihan. Lalu, untuk meningkatkan kesadaran orang tua agar lebih peduli terhadap pendidikan, saya juga berkolaborasi dengan pemuda pemudi lokal dengan mengadakan perlombaan bulan Ramadhan seperti lomba adzan, lomba hafalan surat pendek, dan lomba ceramah. Saya dan teman – teman pengajar muda lain juga mendorong perangkat pemerintah setempat untuk membuat kegiatan forum diskusi untuk kepala sekolah tingkat SD se-kabupaten sebagai wadah untuk saling bertukar ide dan pengalaman.

Tahun 2045 diharapkan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Saya memiliki mimpi agar semua anak di Indonesia memiliki kesempatan untuk mahir berbahasa Inggris sehingga mereka memiliki kompetensi kelas dunia namun tetap cinta akan tanah airnya. Namun pengajaran bahasa Inggris di Indonesia masih berfokus pada buku teks dan target. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya penelitian ilmiah tentang pengajaran bahasa Inggris itu sendiri. Keller (2011) menyatakan bahwa the big problem of teaching English in Indonesia is a lack of research. We really don’t know what the situation is at many levels. So much of the literature consists of opinion papers. There are relatively few ‘hard’ facts. Di salah satu artikel berita, Menristekdikti Mohammad Nasir juga menyatakan bahwa dosen Indonesia yang bergelar doktor kurang dari 15 persen yang akan berdampak pada kemajuan dan kualitas perguruan tinggi (PT) di Indonesia. Dari dua pernyataan diatas bisa disimpulkan bahwa kualifikasi dosen dan riset memegang peranan yang sangat penting dalam kemajuan pendidikan di suatu bangsa.

Dalam hal pengajaran bahasa Inggris, Cina adalah salah satu negara yang sukses membangun generasi mudanya untuk menguasai bahasa Inggris. Hal ini diperkuat dengan bayaknya riset tentang pengajaran bahasa Inggris serta mengupas berbagai macam aspek sosial dan linguistiknya yang berdampak pada semakin berkembangnya metode pengajaran bahasa Inggris disana. Salah satu universitas yaitu Guadong University of Foreign Studies bahkan memiliki 118 dosen tetap untuk jurusan pendidikan bahasa Inggris, 90% diantaranya bahkan telah bergelar master dan doktor bandingkan dengan Indonesia yang rata – rata hanya memiliki 20 orang setiap universitas (sumber: PDDIKTI).

Bila saya berkesempatan mendapatkan beasiswa ini, saya ingin mengambil peran sebagai seorang dosen di sebuah institusi pendidikan tinggi dan berkomitmen untuk melanjutkan pendidikan sampai jenjang doktor. Saya juga ingin berkontribusi dengan menjadi seorang pelatih guru agar guru bahasa Inggris di Indonesia menjadi semakin berkualitas sehingga Indonesia mampu mencapai kebangkitan generasi emas yang berwawasan global dan memiliki daya saing.

Essay ditulis oleh Budi Waluyo tanpa sedikitpun mengubah isi, kata-kata, dan susunan tulisan

contoh-essay-beasiswa-lpdp-dan-tips-membuatnya-2

2. Essay “Sukses Terbesar dalam Hidupku”

Instruksi di buku panduan LPDP adalah:
“Menulis essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: “…. “Sukses Terbesar dalam Hidupku”.”

Ayah meninggal dunia disaat usia saya 3 tahun. Sejak saat itu, Ibu menjadi tulang punggu keluarga; banting tulang bekerja siang dan malam berjualan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari saya dan tiga orang adik saya, terutama untuk membiayai pendidikan kami. Suatu hari, Ibu menyampaikan sebuah pesan kepada saya bahwa kelak saya harus bisa sekolah setinggi mungkin hingga mencapai level Doktor agar dapat membantu keluarga serta orang lain yang hidup dalam kemiskinan seperti kami. Nasehat ibu ini menjadi dasar saya dalam mengukur kesuksesan dalam hidup, yaitu seberapa banyak hal yang sudah berhasil saya lakukan, seberapa kontribusi yang sudah saya berikan untuk orang – orang sekitar melalui pengetahuan, skill, dan prestasi – prestasi yang telah saya raih. Setelah beberapa tahun studi ….. bekerja di bidang ….. saya sudah mampu berbuat dan meraih beberapa hal penting yang saya anggap sebagai sukses terbesar dalam hidup saya sampai saat ini. Didalam esai ini, saya ingin menjelaskan tiga kesuksesan penting yang sudah saya raih …..

Sukses terbesar pertama yang telah saya raih adalah berhasil menyelesaikan kuliah sarjana dengan IPK yang memuaskan dalam jangka waktu kurang dari 4 tahun. Bagi sebagian orang, menyelesiakan perkuliahan sarjana mungkin bukanlah hal yang besar. Namun, secara pribadi, saya harus mengakui bahwa perjuangan menyelesaikan perkuliahan sarjana saya tidaklah mudah. Saat kuliah, saya harus bekerja di sebuah cafe dari jam 5 sore sampai 10 malam setiap hari. Dengan cara ini saya bisa memiliki uang untuk makan setiap hari. Hal yang berat sekali dilakukan ketika diwaktu yang sama saya harus menyelesiakan tugas dari dosen, mengikuti sebuah project, dan lain – lain … Setiap akhir semester, saya harus berjuang mencari beasiswa agar dapat membiayai uang semesteran ….. Dan seterusnya.


Nah, untuk paragraf yang berikutnya (paragraf ketiga, keempat, kelimat dan keenam), ikuti pola paragraf kedua ini cara menjelaskannya.

Ada yang menjelaskan satu kesuksesan membutuhkan dua paragraf, tidak masalah. Yang terpenting adalah pastikan setiap kali menyampaikan satu poin sukses yang sudah diraih, lakukan seperti yang dijelaskan di paragraf kedua ini.

Pararagraf ke tujuh (terakhir):

  • Simpulkan semua poin yang sudah dijelaskan.
  • Uraikan apalagi yang mau diraih dimasa depan nanti, dikaitkan dengan definisi sukses yang sudah dijelaskan serta latarbelakang pendidikan dan pengalaman (kerja) yang sudah dimiliki.
  • Uraikan bagaimana beasiswa LPDP ini nanti akan membantu anda dalam meraih ‘sukses – sukses’ yang berikutnya yang menjadi target anda.
  • Saya sarankan: jaga poin uraian dibawah tema “memberikan kontribusi untuk Indonesia, membantu mengatasi sebuah permasalahan ekonomi, sosial, politik, pendidikan, dan lain – lain”, karena sponsor beasiswa menyukai orang – orang yang punya visi untuk sebuah perubahan nanti. Tidak harus dijelaskan dengan hal yang besar, tetapi punya konteks atau komunitas atau semacamnya yang ingin dibantu atau mendapatkan manfaat dari kesuksesan yang akan diraih melalui beasiswa LPDP ini.

Ketiga kesuksesan yang sudah saya raih ini bukanlah tanda untuk saya berhenti, melainkan sebuah susunan anak tangga yang akan mengantarkan saya pada pencapaiaan kesuksesan selanjutnya. Sebagai seorang yang berlatar belakang pendidikan serta sudah memiliki pengalaman bekerja selama 3 tahun sebagai guru, saya punya target ingin ikut membantu mengatasi permasalahan pendidikan anak – anak sekolah di daerah terpencil. Jika terpilih menjadi penerima beasiswa LPDP ini, saya yakin kalau akan ada banyak pengetahuan tentang bagaimana mengatasi permasalahan pendidikan di daerah terpencil, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan … (dan seterusnya jelaskan). Besar harapan saya beasiswa LPDP ini menjadi sarana saya untuk meraih kesuksesan selanjutnya dalam kehidupan saya serta memungkin saya memberikan kontribusi yang lebih untuk bangsa dan negara Indonesia di masa depan.

Essay ditulis oleh Budi Waluyo tanpa sedikitpun mengubah isi, kata-kata, dan susunan tulisan

Nah, itulah tips membuat essay untuk beasiswa LPDP dan dua contoh essay yang bisa ditemukan pada aplikasi beasiswa LPDP. Tips terakhir jangan lupa untuk terus berusaha dan berdoa ya! Good Luck !.

Baca juga banyak artikel LPDP yang lainnya: