Share This Story, Choose Your Platform : Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someone

wawancara beasiswa tips

Wawancara beasiswa merupakan tahapan super penting. Istilahnya piala dunia, kamu sudah masuk tahap final. Tinggal selangkah lagi menuju beasiswa impian!

Persiapan yang matang itu wajib bagi kamu yang ingin memenangkan beasiswa. Silakan disimak kelima pertanyaan umum yang biasa ditanyakan saat wawancara, agar kamu nantinya dapat memberikan jawaban yang paling maksimal:

1. “Ceritakan tentang dirimu sendiri”

Biasanya pertanyaan ini dilontarkan di awal wawancara. Kamu sebaiknya memanfaatkan momen ini untuk menjelaskan hal-hal yang tidak kamu cantumkan dalam CV dan essay, yang sekaligus menunjukkan keunikan diri kamu.

Contoh saja, mungkin kamu menjalankan sebuah blog yang membandingkan makanan yang ada di foto menu dan makanan aslinya. Atau bahwa kamu sangat hobi bermain catur dan tidak pernah kalah! Intinya, gunakan kesempatan ini untuk membuat dirimu menonjol dibandingkan kandidat lain.

2. “Jelaskan kekuatan dan kelemahan terbesar kamu”

Pertanyaan ini membutuhkan sedikit teknik dalam menjawab. Jangan hanya menyebutkan bahwa kamu adalah seorang pekerja keras dan perfeksionis sebagai jawaban, namun kamu juga harus menjelaskan contoh kasus dimana kamu benar-benar menunjukkan kemampuan kerja keras kamu. Serta momen dimana sifat perfeksionis kamu menyebabkan hal yang negatif.

Di sini, pewawancara ingin melihat seberapa hebat kamu mengenal diri sendiri. Juga, menjadi sedikit jujur saat menjelaskan kelemahan juga tidak apa. Namun, sebaiknya kamu juga ceritakan apa saja yang telah kamu lakukan untuk memperbaiki hal itu.

3. ”Bagaimana kamu melihat diri sendiri lima tahun dari sekarang?”

Di sini penyelenggara beasiswa ingin melihat apakah kamu sudah memiliki rencana jangka panjang. Jadi, daripada hanya menjawab bahwa kamu ingin lulus tepat waktu dan membangun usaha sendiri, akan lebih baik bila kamu bisa menjelaskan sedikit rencana untuk mencapai visi kamu kedepannya.

Contohnya, kamu ingin menjalankan usaha di bidang pendidikan. Maka dari sekarang, kamu sudah banyak melakukan riset di bidang ini, atau bahkan menjadi relawan di sejumlah kegiatan pendidikan.

4. “Ceritakan pengalaman kamu melewati tantangan terbesar dalam hidup”

Sebaiknya sudah kamu pikirkan matang-matang tantangan hidup apa yang paling baik untuk diceritakan di sini. Apakah prestasimu mencapai nilai sembilan di sekolah adalah sesuatu yang cukup keren? Atau kamu bisa menceritakan hal lainnya seperti (amit-amit) melerai orang tua yang selalu bertengkar, membantu teman yang selalu di-bully, atau saat berhadapan dengan guru yang menyebalkan.

5. “Mengapa kami harus memberikan beasiswanya kepada kamu?”

Hati-hati. Kamu tidak bisa hanya bergantung pada prestasi akademis dan organisasi kamu di sini. Sebab, para kandidat lainnya yang sudah mencapai tahap wawancara beasiswa juga memiliki prestasi yang tidak kalah hebatnya (atau bahkan lebih hebat).

Jadi, selain kamu bisa mengakui bahwa kandidat lainnya juga sama hebatnya. Kamu bisa berfokus pada hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk berkontribusi di universitas atau institusi penyelenggara beasiswa. Kamu juga bisa menceritakan kualitas non akademis lainnya yang kamu miliki seperti kegiatan wirausaha atau relawan.

Selamat berjuang!


Di Galedu, kamu bisa menemukan ribuan info beasiswa untuk siswa Indonesia secara gratis. Semuanya dapat dicari berdasarkan kategori seperti jenjang pendidikan dan lokasi. Jadi, nantinya kamu bisa mencari beasiswa S1, beasiswa S2, beasiswa dalam negeri, dan beasiswa luar negeri dengan lebih mudah!

Baca juga tips mendapatkan beasiswa lainnya:

Sumber gambar: Flickr