Share This Story, Choose Your Platform : Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someone

Sobat Galedu yang ingin mendaftarkan diri ke beasiswa LPDP tentunya penasaran dengan apa saja pertanyaan yang akan diajukan oleh pewawancara di tahap seleksi wawancara. Ingat, tahap wawancara ini adalah tahap yang sangat penting karena ini merupakan tahap seleksi akhir sebelum penerima beasiswa ditetapkan. Untuk itu, jelas Sobat Galedu harus mempersiapkan diri dengan baik di tahap ini. Pada tahap wawancara ini juga ada tahap lainnya, yaitu Leaderless Group Discussion (LGD) dan On The Spot Essay Writing.

Kali ini, Galedu akan menjelaskan dengan lengkap mengenai tahap wawancara dalam proses seleksi beasiswa LPDP. Penasaran? Yuk, simak informasi berikut!

Baca Juga: Syarat Beasiswa LPDP yang Harus Kamu Penuhi dan Perhatikan

Pertanyaan Umum di Tahap Wawancara

Wawancara bisa dilakukan dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, tergantung dari pewawancara. Jadi, persiapkan diri kamu ya Sobat Galedu! Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul di tahap wawancara adalah sebagai beikut:

Perkenalkan dirimu

Ceritakan lebih dalam mengenai diri kamu. Pada pertanyaan ini, kamu bisa menceritakan hal-hal yang tidak tercantum di CV kamu. Selain itu, jangan ceritakan hal-hal seperti tempat tinggal, jumlah saudara, atau IPK yang sudah tertera di bagian profil atau CV saat kamu mendaftar program beasiswa LPDP. Ceritakanlah mengenai minat, passion, dan impianmu kenapa beasiswa LPDP ini penting untukmu.

Pada pertanyaan ini, pewawancara ingin mendengar apa yang membuatmu berbeda dari pendaftar lainnya. Usahakan tidak terlalu emosional, seperti mengatakan kamu dari keluarga yang tidak mampu atau hal lainnya, tapi cobalah untuk menonjolkan ketangguhan dan sisi diri kamu lebih dalam dari CV atau profil kamu.

Apa yang membedakan diri kamu dari kandidat lainnya? Apa yang membuat kamu mendapat hak istimewa untuk menerima beasiswa ini?

Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang agak sulit dijelaskan, namun pasti ditanyakan oleh pewawancara. Pertanyaan ini akan membuat pewawancara mengerti gambaran diri kamu dan bagaimana kamu menggambarkan diri kamu sendiri. Pertanyaan ini jelas mengacu kepada alasan kenapa kita patut diberi beasiswa LPDP.

Biasanya ada dua tipe jawaban yang diberikan. Pertama adalah menyebutkan kalau kamu adalah the best of the best dengan segudang prestasi seperti lulus cum laude, lulus dengan IPK tinggi, tamat dengan waktu yang singkat, kontribusi terhadap masyarakat, dan beberapa prestasi keren lainnya.

Kedua, dengan menyebutkan seberapa kompetennya kamu dan bagaimana potensi kamu ke depannya. Selain itu juga dengan menyebutkan bahwa kamu adalah orang yang mudah belajar, rendah hati, penuh penghargaan, dan tidak lupa untuk balas budi, dan bagaimana mereka tidak akan rugi jika memberikan kamu beasiswa.

Ingat, cara kamu menjawab pertanyaan ini akan sangat menentukan gambaran diri kamu di mata pewawancara karena kamu sedang bersaing dengan kandidat-kandidat lain yang mungkin lebih kuat daripada kamu. Ingatkan mereka bahwa beasiswa ini merupakan salah satu investasi besar yang akan mereka berikan, sehingga kamu akan memastikan kamu akan berkontribusi bagi masyarakat.

tips-wawancara-beasiswa-lpdp-3

Mengapa kamu memilih program studi ini?

Pertanyaan ini adalah salah satu pertanyaan paling penting dari seluruh pertanyaan. Pandangan dan justifikasimu mengenai program yang akan kamu ambil akan menjadi penentu keberhasilanmu dalam tahap wawancara.

Hindari memberikan justifikasi yang berkaitan dengan misi-misi pribadi seperti ”saya ingin mengambil program studi ini karena saya merasa kurang di bagian ini ketika masih di jenjang S1” atau “saya mengambil program ini karena memang minat saya di bidang ini”. Ini bisa menjadi kesalahan fatal. Jawablah dengan menempatkan diri bahwa kamu adalah individu yang memberikan manfaat kepada pemberi beasiswa dan sesuai dengan misi pemberi beasiswa, dalam hal ini adalah pihak LPDP.

Jawablah dengan reasoning yang kuat, misalnya dengan mempersiapkan diri terlebih dulu dengan menanyakan orang-orang yang ahli di bidang yang akan kamu ambil dan/atau menyarankan kamu untuk mengambil bidang ini. Ini akan menunjukkan kepada pewawancara bahwa kamu tidak hanya memilih jurusan tanpa tahu apa-apa, namun kamu sudah mencari tahu lebih dulu dan meminta rekomendasi dari orang yang ahli di bidang tersebut.

Berikanlah contoh kasus yang menarik agar pewawancara yang bisa jadi memiliki latar belakang berbeda dengan kita dapat memahami manfaat dari ilmu yang akan kita dapat bila kita berkuliah di jurusan tersebut. Pastikan manfaatnya strategis dan tidak klise.

Kamu juga bisa memberikan gambaran kontribusi yang nantinya bisa kamu berikan. Yang perlu kamu ingat adalah pewawancara adalah orang yang realistis dan cerdas. Berikan jawaban yang masuk akal dan hindari jawaban yang kurang realistis seperti “saya akan menjadi kontraktor ternama di kota saya”, tetapi lebih baik dengan menjawab seperti ini, “saya bisa menjadi konsultan di bidang ini yang mana masih sangat minim di kota saya dan saya akan ikut di lembaga-lembaga dan berkontribusi di sana”.

Pertanyaan lain yang mungkin ditanyakan adalah konsentrasi riset yang akan diambil dalam biang apa.

Mengapa kamu ingin mendapat beasiswa?

Pertanyaan ini merupakan salah satu pertanyaan penting karena dalam pertanyaan ini kamu akan menggambarkan seberapa besar urgensimu untuk mendapat beasiswa LPDP. Untuk menjawab pertanyaan ini, jangan hanya menjawab dengan tujuan self-oriented seperti ingin mengembangkan diri atau memperbanyak pengalaman. Tunjukkan juga bahwa jika kamu menerima beasiswa maka kamu akan lebih punya kapasitas untuk berkontribusi ke lingkungan terdekatmu.

Pemberi beasiswa akan lebih tertarik pada kandidat yang memiliki visi yang luas dan bermanfaat. Inilah kenapa aktif di kegiatan sosial dan organisasi jadi penting. Dengan aktif di kegiatan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, akan lebih mudah bagimu untuk menentukan kontribusi seperti apa yang hendak kamu berikan selepas menempuh program beasiswa.

Mengapa kamu ingin melanjutkan studi S2 atau S3? Apa urgensi kamu untuk melanjutkan studi?

Pertanyaan ini merupakan salah satu pertanyaan terpenting yang akan membuat pewawancara mengetahui motivasi kamu untuk melanjutkan studi. Pastikan kamu sudah memikirkan dan mempersiapkan diri matang-matang, terutama menyangkut hal mimpi kamu, profesi yang ingin kamu raih, kualifikasi, kontribusi yang akan kamu berikan lewat studi S2/S3, dan apa yang akan kamu lakukan di tahun-tahun mendatang setelah menyelesaikan studi.

Pastikan kamu sudah mencari tahu lebih dulu kualifikasi yang dibutuhkan untuk mencapai mimpi kamu dan kualifikasi kontribusi yang akan kamu berikan. Pastikan kamu tidak menjawab dengan jawaban serupa dengan “karena saya ingin naik pangkat dalam posisi pekerjaan saya” atau “karena dengan studi S2/S3, saya dapat memiliki posisi yang lebih tinggi daripada lulusan S1”.

tips-wawancara-beasiswa-lpdp-5

Di mana kamu melihat diri kamu 10 tahun kedepan?

Pada pertanyaan ini, kamu harus mampu menggambarkan dengan jelas visi kamu dan tujuan kamu. Kamu harus mampu menjelaskan kepada pewawancara mimpi dan kontribusi di tahun mendatang dan bagaimana beasiswa ini akan membantu kamu mencapainya.

Mengapa kamu ingin melanjutkan studi di universitas tersebut? Mengapa ingin kuliah di luar negeri?

Kamu bisa menjawab bagaimana keterkaitan universitas tersebut dalam mengembangkan diri kamu atau membantu kamu untuk mencapai mimpi kamu dan untuk membantu kamu secara akademik di bidang yang kamu pilih. Cari tahu dulu sebelum tahap wawancara mengenai universitas yang kamu pilih, pencapaian universitas, reputasi terhadap bidang yang kamu geluti, dan hal-hal spesifik lainnya.

Baca Juga: Contoh Essay Beasiswa LPDP dan Tips Membuatnya

Setelah dapat beasiswa dan lulus S2/S3 apa yang akan anda lakukan ? Dengan cara apa dan di mana?

Pertanyaan ini mengacu pada kontribusi kamu terhadap masyarakat dan negara, apa yang akan kamu buat setelah lulus, dan bagaimana caranya kamu membuat kontribusi terhadap negara. Hal ini harus disampaikan secara jelas. Kamu harus menetapkan kontribusi apa yang akan kamu buat melalui studi kamu dan beasiswa yang diberikan. Lalu kamu harus menentukan dengan cara apa kamu akan berkontribusi.

Ceritakan tentang keluarga kamu

Dalam pertanyaan ini, kamu bisa menjelaskan lebih lengkap mengenai latar belakang keluargamu, profesi keluargamu, pendidikan keluargamu, saudara kamu, dan lainnya.

Ceritakan aktivitas kamu waktu lulus S1/S2 dalam bidang akademik dan organisasi

Pada pertanyaan ini, kamu akan ditanyakan mengenai aktivitas-aktivitas yang sudah kamu lakukan di bidang akademik dan organisasi. Ceritakanlah dengan jelas apa saja yang sudah kamu lakukan, apa kontribusi yang diberikan, peran organisasi atau aktivitas tersebut dalam peningkatan kualitas diri, tanggung jawab yang ada, pencapaian yang didapatkan, dan sebagainya.

tips-wawancara-beasiswa-lpdp-2

Pernahkah kamu terlibat dalam pemberdayaan masyarakat?

Dalam pertanyaan ini, pewawancara ingin melihat aktivitas kamu dalam hal pemberdayaan masyarakat dan kontribusi kepada masyarakat yang sudah pernah dilakukan. Ceritakan kegiatan voluntary yang pernah kamu lakukan, dalam bidang apa, seberapa lama, dan apa hasilnya. Akan sangat baik apabila kegiatan yang kamu lakukan sesuai dengan kontribusi yang akan kamu berikan setelah kamu lulus atau sesuai dengan bidang studi yang ingin kamu ambil.

Ceritakan pengalaman kerja kamu?

Pewawancara ingin mengetahui lebih dalam mengenai bidang pekerjaan, aktivitas pekerjaan, posisi kamu dan tanggung jawab, gaji yang diperoleh dari pekerjaan tersebut. Selain itu, pewawancara juga mungkin akan menanyakan pertanyaan follow up untuk mengetahui apakah kamu akan resign apabila telah menerima beasiswa atau organisasi yang paling membuat kualitas dan keterampilan kamu meningkat.

Karena pewawancara tidak hanya satu orang dan salah satu pewawancaranya merupakan psikolog, pertanyaan yang mungkin diajukan adalah sebagai berikut:

  • Apakah kamu pernah jauh dari rumah?

    Pertanyaan ini terdengar sepele, tapi jangan pernah menjawab “tidak”. Ini akan menimbulkan keraguan di benak pewawancara seperti apakah kamu akan survive di lingkungan yang berbeda nantinya, tentunya pertanyaan-pertanyaan selanjutnya akan lebih tricky. Pertanyaan follow up yang mungkin akan dilontarkan adalah mengenai detail seperti berapa lama, bagaimana cara beradaptasi, dan apa yang dikerjakan disana.

  • Siapa tokoh yang menginspirasi kamu?

    Pertanyaan jenis ini sebenarnya digunakan pewawancara untuk melihat kamu ingin menjadi seperti siapa, sebaiknya kamu jangan memberikan jawaban seperti “Beyonce” atau jawaban lainnya yang serupa. Ini akan membuat pewawancara bingung, apakah kamu mau jadi seperti Beyonce dan mengapa sibuk-sibuk melanjutkan studi S2. Jawablah dengan masuk akal, bukan hanya sekadar idola.

  • Bagaimana orang-orang menilai kamu?

    Kamu bisa menjawab dengan menggunakan rekomendasi yang diberikan, sehingga ada pembuktian melalui surat rekomendasi.

  • Apa kelemahan kamu?

    Pertanyaan ini bisa jadi menjatuhkan, jadi pilihlah kelemahan-kelemahan kamu dari sekian banyak kelemahan yang sebenarnya kelemahan yang bagus.

Pertanyaan lainnya yang dilontarkan psikolog adalah:

  • Bagaimana kamu memandang dirimu sendiri?
  • Apa kesulitan terbesar dalam hidup anda ? Bagaimana cara anda mengatasinya ?
  • Apa motivasi terbesar dalam hidup anda ? Bagaimana solusinya jika anda sedang malas atau mentok dalam menghadapi sesuatu hal ?
  • Bagaimana kalau kamu tidak dapat beasiswa ini? Apa rencanamu berikutnya?

Pertanyaan lainnya yang mungkin akan ditanyakan adalah seputar LOA yang diperoleh, universitas yang dipilih, kemampuan bahasa Inggris, kurikulum studi, riset dan dosen yang akan membimbing.

Baca Juga: Daftar Universitas Eropa yang Termasuk dalam Beasiswa LPDP

Tips Wawancara LPDP

tips-wawancara-beasiswa-lpdp-4

Siapkanlah list atau daftar pertanyaan dan jawaban yang akan diberikan dalam bahasa Inggris.

Pertimbangkan seluruh jawaban dengan matang per kata, termasuk pertanyaan-pertanyaan yang terlihat sepele, attention to detail sangat penting. List dibuat bukan untuk dihafalkan, tapi untuk menghindari hal yang penting terlewatkan.

Bertanya-jawab dengan teman yang sesama peserta wawancara

Hal ini akan membantu kamu dalam menghadapi wawancara, buatlah sesi tanya jawab pertanyaan-pertanyaan wawancara LPDP. Dari sana, kamu akan mendengar jawaban orang lain dan dapat memposisikan diri kamu berpikir sebagai pewawancara, sehingga kamu dapat mengetahui apa yang kurang dan memperbaiki jawaban kamu.

Coba rekam latihan wawancara dengan webcam

Coba lihat apakah kamu memiliki eye contact yang fokus dan apa kamu sudah menjawab dengan baik. Jika belum, lakukanlah latihan terus menerus hingga sempurna.

Jawablah paling maksimal 30 detik hingga dua menit

Jangan lebih dari dua menit dan jangan juga kurang dari 30 detik. Menjawab kurang dari 30 detik akan menunjukkan kamu tidak memikirkan pertanyaan dan jawaban dengan matang, dan terlihat buru-buru; sedangkan lebih dari dua menit menunjukkan kamu bertele-tele.

Berlakulah profesional

Jawablah dengan santun dan perhatikan penampilan kamu. Tutur kata dan penampilan mencerminkan seperti apa karakter kamu.

Jangan lupa berkas yang akan diberikan kepada interviewer sudah tersusun rapi, dan LOA-LOA diletakkan di paling atas.

Representasikan dirimu sebagai orang yang humble

Beberapa orang yang dari penampilannya dari sekali lihat akan terkesan clean, so formal, smart, atau a very strong character. Namun beberapa orang dapat terlihat sebagai orang yang cukup mengintimidasi untuk orang lain, atau salah dipersepsikan sebagai over-confident atau bahkan arogan.

Karena dalam sebuah wawancara penampilan adalah segalanya, dari pada pewawancara salah menilai kamu, maka datanglah dengan penampilan yang berbeda, yakni humble. Bukan berarti kamu harus menyembunyikan strong character yang kamu miliki, namun interpretasi dan kesan orang melalui penampilan sangatlah subjektif. Mungkin kamu bisa mencoba menjadi geek jika menjadi humble sangat sulit untuk kamu representasikan.

Baca Juga: Proses Lengkap dan Tanggal-tanggal Penting Pendaftaran Beasiswa LPDP

Indikator Penilaian Wawancara:

  • Justifikasi/ Argumentasi
  • Penampilan fisik
  • Gerak gerik dan sopan santun
  • Nada suara
  • Rasa percaya diri
  • Inisiatif
  • Kebijaksanaan
  • Daya tanggap dan kerjasama
  • Ekspresi wajah
  • Kemampuan berkomunikasi
  • Sikap terhadap pekerjaan ataupun beasiswa
  • Selera humor

tips-wawancara-beasiswa-lpdp-1

Hal-Hal Yang Jangan Kamu Lakukan Saat Wawancara LPDP

Sikap

  • Terlambat
  • Tidak tersenyum
  • Terlalu gelisah
  • Kelihatan kesal karena menunggu lama
  • Datang asal-asalan
  • Duduk sebelum dipersilakan
  • Meletakkan tas di meja wawancara
  • Mengulum permen saat wawancara
  • Emosional atau mudah tersingung
  • Membuka/memulai percakapan wawancara kerja
  • Memotong pembicaraan saat diwawancarai
  • Melebih-lebihkan diri
  • Membual
  • Mengkritik diri sendiri
  • Mengkritik dan menjelekkan atasan anda yang sekarang atau yang lama
  • Memberikan informasi yang tidak relevan
  • Memberikan kesan bahwa anda sangat membutuhkan
  • Bertanya yang sekedar tanya
  • Menunjukkan kesan tidak sabar

Gestur

  • Melipat tangan
  • Membungkuk dan menundukkan kepala
  • Bertopang dagu
  • Gagal menjaga eye contact

Penampilan

  • Berpenampilan berlebihan

Apa Saja Yang Perlu Dilakukan?

Sikap

  • Berdoa sebelum wawancara
  • Datang lebih awal
  • Bersikap yakin dan optimis
  • Tenang
  • Tersenyum secara wajar ,tetapi jangan tersenyum terus menerus
  • Tunggu sampai dipersilakan duduk atau minta izin duduk
  • Perhatikan dan pahami setiap pertanyaan pewawancara dengan baik
  • Tunjukkan minat/ketertarikan dan kesungguhan anda dalam terhadap apa yang interviewer katakan
  • Tunjukkan kemampuan diri anda , namun jangan berlebihan
  • Bersikaplah jujur dan langsung

Dokumen

  • Mempersiapkan sertifikat, diploma, dan surat-surat penghargaan yang dimiliki

Penampilan

  • Berpakaian rapi dan sopan

Suara

  • Bicaralah dengan jelas dan tegas
  • Atur nada suara dengan tepat

Siapkan diri kamu ya, Sobat Galedu! Semoga tips ini membantu Sobat Galedu dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi tahap wawancara LPDP. Semoga berhasil!